About

Friday, November 30, 2018

Laporan Fotosintesis - Firlia wibawanti - 522016039


Hai Selamat Siang Teman-Teman
Hari ini saya mengupload kembali, dengan materi yang berbeda loh...
Pada hari ini saya mengunggah materi tentang fotosintesis tumbuhan
Dengan hal ini saya berharap:
Dapat dijadikan reverensi dalam membaca atau membuat laporan praktikum.


I.                   DASAR TEORI
Fotosintesis merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini menggunakan energi dan cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Seperti halnya mitokondria, kloroplas mempunyai membran luar dan membran dalam. Membran dalam mengelilingi suatu stroma yang mengandung enzim –enzim yang larut dalam struktur membran yang disebut tilakoid. Proses fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air (H2O), konsentrasi CO2, suhu, umur daun, translokasi karbohidrat dan cahaya. Tetapi yang menjadi faktor utama fotosintesis agar dapat berlangsung adalah cahaya, air dan karbondioksida (Salisbury, 1992).
Klorofil adalah pigmen hijau fotosintesis yang terdapat dalam tanaman, algae dan cynanobakteria. Fungsi klorofil pada tanaman adalah menyerap energi dari sinar matahari untuk digunakan dalam proses fotosintesis. Fotosintesis adalah proses perubahan zat anorganik H2O dan CO2 oleh klorofil dengan bantuan cahaya atau sinar matahari menjadi zat organik karbohidrat (Heddy, 1990).
Semakin tinggi intensitas cahaya matahari, aktivitas fotosintesis semakin tinggi. Hal ini terjadi jika ditunjang oleh tersediaanya CO2, H2O serta kondisi temperature. Kenaikkan aktivitas fotosintesis tidak terus berlanjut, tetapi berhenti sampai batas suatu kondisi karena tumbuhan memiliki batas kemampuan tertentu. Lama pencahayaan sangat berpengaruh terhadap fotosintesis. Pada musim hujan, lama pencahayaan menjadi pendek. Keadaan ini akan mengurangi aktivitas fotosintesis (Abdurahman, 2008).
II.                TUJUAN
1.      Mengetahu proses  laju fotosintesis.
III.             ALAT DAN BAHAN
ALAT                  
1.      Beaker Glass.
2.      Corong.
3.      Tabung reaksi.
4.      Stopwatch.
5.      Lampu.
6.      Hand counter.
7.      Ember.
BAHAN
1.      Tanaman Hidrilla verticillata.
2.      Air.
IV.             CARA KERJA
1.      Disiapkan alat dan bahan.
2.      Tanaman Hidrilla verticillata dimasukkan ke corong, kemudian ujung corong ditutup dengan tabung reaksi.
3.      Beaker glass diisi air setengah.
4.       Disinari lampu dengan waktu 5 menit, 10 menit, dan 15 menit. Kemudian dihitung banyaknya gelembung udara yang dikeluarkan.
V.                HASIL
Waktu
Gelembung
5 menit
547
10 menit
572
15 menit
136
Total
1255

VI.             PEMBAHASAN
Pada Praktikum kali ini, terdapat 3 perbedaan waktu yang akan dibahas dalam fotosintesis, Pada hasil percobaan waktu selama 5 menit didapat banyak gelembung sebanyak  547 gelembung, pada percobaan waktu 10 menit mendapatkan banyak gelembung sebanyak 542 dan pada perbedaan waktu 15 menit mendapatkan banyak gelembung sebanyak 136 gelembung.
Menurut Salisbury (1992), menyatakan bahwa faktor utama fotosintesis agar dapat berlangsung adalah cahaya, air dan karbondioksida. Jadi gelembung udara yang dihasilkan menandakan bahwa proses fotosintesis pada tanaman Hydrilla verticillata menghasilkan oksigen.
Menurut Abdurahman (2008), hasil fotosintesis adalah molekul glukosa yang disimpan dalam bentuk pati, amilum, atau tepung. Secara garis besar, reaksi fotosintesis dapat ditulis sebagai berikut
C6H12O6 + 12H2O                         C6H2O6 + 6O2 + 6H2O
Di dalam kloroplast tterdapat tumpukan membrane yang disebut tilakoid. Tilakoid merupakan membran yang mirip kantung pada beberapa bagian penyusun bertumpuk membentuk grana.
Dari tinjauan pustaka di atas sumber energi berupa cahaya matahari atau lampu akan berpengaruh terhadap fotosintesis. Pada sel tumbuhan, proses fotosintesis terdapat organel sel yang disebut kloroplas, kloroplast mengandung pigmen klorofil. Klorofil akan mengabsorbsi sinar matahari menjadi energi. Klorofil inilah yang berfungsi penting dalam proses fotosintesis. Kecepatan fotosintesis  antara  ditempat terang lebih cepat berfotosintesis dibandingkan ditempat yang kekurangan cahaya. Hal ini karena proses fotosintesis dibantu oleh adanya cahaya. Sehingga tinggi intensitas cahaya semakin banyak energy yang terbentuk sehingga akan mempercepat laju proses fotosintesis.
Menurut Abdurahman (2008), beberapa faktor yang paling menentukan terhadap aktivitas fotosintesis adalah faktor hereditas dan faktor lingkungan. Faktor lingkungan meliputi temperatur, intensitas cahaya matahari dan lama pencahayaan, kandungan air dan mineral dalam tanah, serta kandungan CO2 dan O2 di udara. Sedangkan faktor hereditas (genetik) merupakan factor yang paling penting dalam fotosintesis. Tumbuhan memiliki kebutuhan yang berbeda terhadap kondisi lingkungan untuk menjalankan kehidupan yang normal.
Berdasarkan hasil pengamatan dan tinjauan pustaka di atas jumlah gelembung udara yang dihasilkan perlakuan 5 menit dan 10 menit didapat hasil semakin lama semakin banyak gelembung yang dihasilkan. Hal ini membuktikan bahwa intensitas cahaya lampu atau cahaya matahari sangat mempengaruhi proses fotosintesis. Dapat diperhatikan jika hasil oksigen (gelembung) pada proses fotosintesis berlangsung dengan cepat di tempat terkena cahaya. Intensitas cahaya yang optimum sangat baik untuk proses fotosintesis, sebaliknya dengan intensitas cahaya yang rendah atau terlalu tinggi dapat menghambat berlangsungnya proses fotosintesis.
Menurut Abdurahman (2008), Kenaikkan aktivitas fotosintesis tidak terus berlanjut, tetapi berhenti sampai batas suatu kondisi karena tumbuhan memiliki batas kemampuan tertentu. Hal ini sesuai dengan pustaka yang dapat dilihat pada perlakuan 15 menit intensitas cahaya terlalu tinggi (terlalu lama penyinaran) maka gelembung yang dihasilkan menurun menjadi 136 gelembung. Dapat juga faktor turunnya jumlah gelembung karena sifat tumbuhan, pada kondisi lingkungan yang sama memiliki perbedaan aktivitas fotosintesisnya, keadaan tersebut karena faktor genetik.
Berdasarkan hasil percobaan pengaruh intensitas cahaya terhadap laju fotosintesis mempengaruhi tempat yang terkena sinar matahari langsung sehingga memiliki laju fotosintesis yang lebih tinggi dibandingkan dengan diletakkan pada tempat yang teduh. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah gelembung (O2) yang dihasilkan pada proses fotosintesis tersebut. Gas ini terbentuk karena proses fotolisis. Fotolisis adalah berubahnya air menjadi oksigen yang menunjukkan meningkatnya intensitas cahaya akan mempengaruhi laju fotosintesis dimana meningkatnya intensitas cahaya ini juga akan meningkatkan laju fotosintesis.
VII.          KESIMPULAN
1.      Proses fotosintesis berlangsung dengan cepat di tempat terkena cahaya. Intensitas cahaya yang optimum sangat baik untuk proses fotosintesis, sebaliknya dengan intensitas cahaya yang rendah atau terlalu tinggi dapat menghambat berlangsungnya proses fotosintesis, gelembung-gelembung yang timbul menunjukkan dalam fotosintesis dihasilkan oksigen.
VIII.       DAFTAR PUSTAKA
Abdurahman, Deden. 2008. Biologi Kelompok Pertanian dan Kesehatan. Bandung: Grafindo Media Pratama. Diakses pada 18 Oktober 2016 link:https://books.google.co.id/books?isbn=6020001911
Heddy, S. 1990. Biologi Pertanian. Jakarta: Rajawali Press.
Salisbury, Frank B., dan Cleon W Ross. 1992. Fisiologi Tanaman Jilid 3. Bandung: ITB Press. 
lampiran 

Terimakasih, Selamat Siang.


0 comments:

Post a Comment