Hai Selamat Siang Teman-Teman
Hari ini saya mengupload kembali, dengan materi yang berbeda loh...
Pada hari ini saya mengunggah materi tentang fotosintesis tumbuhan
Dengan hal ini saya berharap:
Dapat dijadikan reverensi dalam membaca atau membuat laporan praktikum.
I. DASAR TEORI
Hari ini saya mengupload kembali, dengan materi yang berbeda loh...
Pada hari ini saya mengunggah materi tentang fotosintesis tumbuhan
Dengan hal ini saya berharap:
Dapat dijadikan reverensi dalam membaca atau membuat laporan praktikum.
I. DASAR TEORI
Fotosintesis
merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini menggunakan energi dan
cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang terdapat dalam
kloroplas. Seperti halnya mitokondria, kloroplas mempunyai membran luar dan
membran dalam. Membran dalam mengelilingi suatu stroma yang mengandung enzim
–enzim yang larut dalam struktur membran yang disebut tilakoid. Proses fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor
antara lain air (H2O), konsentrasi CO2, suhu, umur
daun, translokasi karbohidrat dan cahaya. Tetapi yang menjadi faktor utama
fotosintesis agar dapat berlangsung adalah cahaya, air dan karbondioksida
(Salisbury, 1992).
Klorofil adalah
pigmen hijau fotosintesis yang terdapat dalam tanaman, algae dan cynanobakteria.
Fungsi klorofil pada tanaman adalah menyerap energi dari sinar matahari untuk digunakan
dalam proses fotosintesis. Fotosintesis adalah proses perubahan zat anorganik H2O
dan CO2 oleh klorofil dengan bantuan cahaya atau sinar matahari
menjadi zat organik karbohidrat (Heddy, 1990).
Semakin tinggi
intensitas cahaya matahari, aktivitas fotosintesis semakin tinggi. Hal ini
terjadi jika ditunjang oleh tersediaanya CO2, H2O serta
kondisi temperature. Kenaikkan aktivitas fotosintesis tidak terus berlanjut,
tetapi berhenti sampai batas suatu kondisi karena tumbuhan memiliki batas kemampuan tertentu.
Lama pencahayaan sangat berpengaruh terhadap fotosintesis. Pada musim hujan,
lama pencahayaan menjadi pendek. Keadaan ini akan mengurangi aktivitas
fotosintesis (Abdurahman, 2008).
II.
TUJUAN
1. Mengetahu
proses laju fotosintesis.
III.
ALAT
DAN BAHAN
ALAT
1. Beaker
Glass.
2. Corong.
3. Tabung
reaksi.
4. Stopwatch.
5. Lampu.
6. Hand
counter.
7. Ember.
BAHAN
1. Tanaman
Hidrilla verticillata.
2. Air.
IV.
CARA
KERJA
1. Disiapkan
alat dan bahan.
2. Tanaman
Hidrilla verticillata dimasukkan ke
corong, kemudian ujung corong ditutup dengan tabung reaksi.
3. Beaker
glass diisi air setengah.
4. Disinari lampu dengan waktu 5 menit, 10 menit,
dan 15 menit. Kemudian dihitung banyaknya gelembung udara yang dikeluarkan.
V.
HASIL
Waktu
|
Gelembung
|
5
menit
|
547
|
10
menit
|
572
|
15
menit
|
136
|
Total
|
1255
|
VI.
PEMBAHASAN
Pada Praktikum
kali ini, terdapat 3 perbedaan waktu yang akan dibahas dalam fotosintesis, Pada
hasil percobaan waktu selama 5 menit didapat banyak gelembung sebanyak 547 gelembung, pada percobaan waktu 10 menit
mendapatkan banyak gelembung sebanyak 542 dan pada perbedaan waktu 15 menit
mendapatkan banyak gelembung sebanyak 136 gelembung.
Menurut Salisbury (1992),
menyatakan bahwa faktor utama fotosintesis agar dapat berlangsung adalah
cahaya, air dan karbondioksida. Jadi gelembung udara yang dihasilkan menandakan
bahwa proses fotosintesis pada tanaman Hydrilla
verticillata menghasilkan
oksigen.
Menurut Abdurahman
(2008), hasil fotosintesis adalah molekul glukosa yang disimpan dalam bentuk
pati, amilum, atau tepung. Secara garis besar, reaksi fotosintesis dapat
ditulis sebagai berikut
Di dalam
kloroplast tterdapat tumpukan membrane yang disebut tilakoid. Tilakoid merupakan membran yang mirip kantung pada
beberapa bagian penyusun bertumpuk membentuk grana.
Dari tinjauan
pustaka di atas sumber energi berupa cahaya matahari atau lampu akan
berpengaruh terhadap fotosintesis. Pada sel tumbuhan, proses fotosintesis
terdapat organel sel yang disebut kloroplas, kloroplast mengandung pigmen klorofil.
Klorofil akan mengabsorbsi sinar matahari menjadi energi. Klorofil inilah yang
berfungsi penting dalam proses fotosintesis. Kecepatan fotosintesis antara
ditempat terang lebih cepat berfotosintesis dibandingkan ditempat yang
kekurangan cahaya. Hal ini karena proses fotosintesis dibantu oleh adanya
cahaya. Sehingga tinggi intensitas cahaya semakin banyak energy yang terbentuk
sehingga akan mempercepat laju proses fotosintesis.
Menurut Abdurahman
(2008), beberapa faktor yang paling menentukan terhadap aktivitas fotosintesis adalah
faktor hereditas dan faktor lingkungan. Faktor lingkungan meliputi temperatur,
intensitas cahaya matahari dan lama pencahayaan, kandungan air dan mineral
dalam tanah, serta kandungan CO2 dan O2 di udara.
Sedangkan faktor hereditas (genetik) merupakan factor yang paling penting dalam
fotosintesis. Tumbuhan memiliki kebutuhan yang berbeda terhadap kondisi
lingkungan untuk menjalankan kehidupan yang normal.
Berdasarkan hasil
pengamatan dan tinjauan pustaka di atas jumlah gelembung udara yang dihasilkan perlakuan
5 menit dan 10 menit didapat hasil semakin lama semakin banyak gelembung yang
dihasilkan. Hal ini membuktikan bahwa intensitas cahaya lampu atau cahaya
matahari sangat mempengaruhi proses fotosintesis. Dapat diperhatikan jika hasil
oksigen (gelembung) pada proses fotosintesis berlangsung dengan cepat di tempat
terkena cahaya. Intensitas cahaya yang optimum sangat baik untuk proses
fotosintesis, sebaliknya dengan intensitas cahaya yang rendah atau terlalu
tinggi dapat menghambat berlangsungnya proses fotosintesis.
Menurut Abdurahman
(2008), Kenaikkan aktivitas fotosintesis tidak terus berlanjut, tetapi berhenti
sampai batas suatu kondisi karena tumbuhan memiliki batas kemampuan tertentu.
Hal ini sesuai dengan pustaka yang dapat dilihat pada perlakuan 15 menit
intensitas cahaya terlalu tinggi (terlalu lama penyinaran) maka gelembung yang
dihasilkan menurun menjadi 136 gelembung. Dapat juga faktor turunnya jumlah
gelembung karena sifat tumbuhan, pada kondisi lingkungan yang sama memiliki
perbedaan aktivitas fotosintesisnya, keadaan tersebut karena faktor genetik.
Berdasarkan hasil
percobaan pengaruh intensitas cahaya terhadap laju fotosintesis mempengaruhi
tempat yang terkena sinar matahari langsung sehingga memiliki laju fotosintesis
yang lebih tinggi dibandingkan dengan diletakkan pada tempat yang teduh. Hal
tersebut dapat dilihat dari jumlah gelembung (O2) yang dihasilkan pada proses
fotosintesis tersebut. Gas ini terbentuk karena proses fotolisis. Fotolisis
adalah berubahnya air menjadi oksigen yang menunjukkan meningkatnya intensitas
cahaya akan mempengaruhi laju fotosintesis dimana meningkatnya intensitas
cahaya ini juga akan meningkatkan laju fotosintesis.
VII.
KESIMPULAN
1.
Proses fotosintesis
berlangsung dengan cepat di tempat terkena cahaya. Intensitas cahaya yang
optimum sangat baik untuk proses fotosintesis, sebaliknya dengan intensitas
cahaya yang rendah atau terlalu tinggi dapat menghambat berlangsungnya proses
fotosintesis, gelembung-gelembung yang timbul menunjukkan dalam fotosintesis dihasilkan
oksigen.
VIII.
DAFTAR
PUSTAKA
Abdurahman, Deden. 2008. Biologi Kelompok Pertanian dan Kesehatan. Bandung: Grafindo Media
Pratama. Diakses pada 18 Oktober 2016 link:https://books.google.co.id/books?isbn=6020001911
Heddy, S. 1990. Biologi
Pertanian. Jakarta: Rajawali Press.
Salisbury, Frank B., dan Cleon W
Ross. 1992. Fisiologi Tanaman Jilid 3.
Bandung: ITB Press.











